Pages - Menu

Rabu, 18 Juli 2012

PROGAM TASPEN

PROGRAM PT. TASPEN 

PROGRAM YANG DIKELOLA :

  • PROGRAM TABUNGAN HARI TUA (THT)

    • Program Tabungan Hari Tua
    Merupakan suatu program Asuransi Sosial yang terdiri dari Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun dan ditambahkan dengan Asuransi Kematian (Askem).

    TATA CARA PENGAJUAN KLIM THT

    SPP KLIM PROGRAM THT
    PESERTA
    • PNS ( tidak termasuk PNS dilingkungan Departemen Hankam)
    • Pejabat Negara
    • Pegawai BUMN / BUMD yang terdaftar.
    Masa Kepersetaan
    • Sejak diangkat sebagai calon pegawai/pegawai tetap/pejabat Negara.
    • Bagi PNS yang diangkat sebelum 1 Juli 1961 dihitung sejak 1 juli 1961.
    • Bagi PNS daerah Propinsi Irian Jaya yang diangkat sebelum 1 Januari 1971 , dihitung sejak Januari 1971.
    • Bagi Eks PNS Propinsi Timor Timur yang diangkat sebelum 1 April 1979, dihitung sejak April 1979.
    • Bagi pegawai BUMN/BUMD/BHMN sesuai dengan perjanjian kerja sama masing-masing.
    Kewajiban Peserta
    • Membayar iuran 3,25% dari penghasilan sebulan (Gaji pokok + tunjangan anak) setiap bulan berdasarkan Kepres No.8 tahun 1977.
    • Memberi keterangan data diri pribadi dan keluarganya.
    • Melaporkan perubahan data penghasilan, kenaikan pangkat/golongan dan perubahan gaji pokok. 
    TATA CARA PENGAJUAN KLIM THT
    1) Peserta Berhenti karena Pensiun atau bukan karena Pensiun dan bukan karena Meninggal Dunia. (AKT. 1)
    " Formulir SP4 A (bagi pegawai negeri atau pejabat negara) atau formulir AKT1(bagi pegawai BUMN) yang telah diisi dan ditandatangani oleh pemohon dan Kepala Urusan Kepegawaian.
    " Foto Copy Surat Keputusan Pemberhentian yang disahkan oleh kepala instansi peserta dan aslinya atau tembusannya.
    " Foto Copy Surat Keterangan Penghentian (SKPP) Gaji yang dibuat oleh Bendaharawan gaji dan disahkan oleh kepala Instansi peserta dan aslinya.
    " Foto copy surat Keputusan Pengangkatan 1/Kartu Pegawai yang disahkan oleh kepala Instansi peserta dan aslinya.
    " Kartu Peserta Taspen (KPT)
    " Foto copy Kartu Identitas Diri pemohon yang masih berlaku.
    " Dalam hal peserta berhenti kemudian meninggal dunia dan belum sempat mengajukan SPP Klim, maka ahli warisnya agar melengkapi sebagai berikut :
    (1) Istri/ suami : Foto copy Surat Nikah dan aslinya.
    (2) Anak yang belum dewasa (sebelum 18 tahun ): Surat Penunjukan Wali anak bersangkutan dari Pengadilan Negeri / Agama.
    (3) Anak yang sudah dewasa atau orang tua kandung : Surat Keterangan Ahli Waris dari Lurah/ Kepala Desa, khusus BUMN dapat dengan surat Keterangan dari Instansi.
    (4) Orang tua angkat atau saudara : Surat Penunjukan Ahli Waris dari Pengadilan Negeri /Agama.
    2) Peserta Berhenti karena Meninggal Dunia (AKT 2)
    " Formulir AKT 2 yang telah diisi dan ditandatangani oleh ahli waris dan Kepala Urusan Kepegawaian.
    " Formulir AKT 3 yang telah diisi dan ditandatangani oleh Kepala Instansi peserta dan Lurah/Kepala Desa
    " Foto copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa, Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh Bendaharawan Gaji dan disahkan oleh Kepala Instansi Peserta.
    " Foto copy Surat Keputusan pengangkatan pertama/Kartu Pegawai yang disahkan oleh Kepala Instansi peserta dan aslinya.
    " Kartu Peserta Taspen (KPT).
    " Foto copy Kartu Identitas Diri ahli waris yang masih berlaku dan aslinya.
    " Bagi ahli waris adalah :
    (1) Istri /suami : Foto copy Surat Nikah dan aslinya.
    (2) Anak yang belum dewasa (sebelum 18 tahun): Surat Penunjukan Wali anak bersangkutan dari Pengadilan Negeri/Agama.
    (3) Anak yang sudah dewasa atau orang tua kandung : Surat Keterangan dari Instansi.
    (4) Orang Tua Angkat atau saudara : Surat Penunjukan Ahli waris dari Pengadilan Negeri/Agama.
    3) Istri/ Suami Peserta Meninggal Dunia (AKT 4)
    " Formulir AKT 4 yang telah diisi dan ditandatangani oleh peserta dan Kepala Urusan Kepegawaian .
    " Foto copy Surat Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa, Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Foto copy Surat Nikah dan aslinya.
    " Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh Bendaharawan Gajidan disahkan oleh Kepala Instansi Peserta.
    " Foto copy Kartu Identitas Diri peserta yang masih berlaku dan aslinya.
    4). Penerima Manfaat THT Meninggal Dunia (AKT 5)
    " Formulir AKT 5 yang telah diisi dan ditandatangani oleh ahli waris dan Kepala Desa/Lurah.
    " Foto copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa , Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Foto copy Kartu Identitas Diri penerima manfaat yang masih berlaku dan aslinya.
    " Foto copy Surat Keputusan Pemberhentian.
    " Bagi Ahli Waris adalah :
    1) Istri/ suami : Foto copy Surat Nikah dan aslinya.
    2) Anak yang belum dewasa (sebelum 18 tahun): Surat Penunjukan Wali anak bersangkutan dari Pengadilan Negeri/ Agama.
    3) Anak yang sudah dewasa atau orang tua kandung: Surat Keterangan dari Lurah/ Kepela Desa, khusus peserta BUMN dapat dengan Surat Keterangan dari Instansi.
    4) Orang tua angkat atau saudara : Surat Penunjukan ahli waris dari Pengadilan Negeri/Agama.
    5). Anak Peserta Meninggal Dunia (AKT 4)
    " Formulir AKT 4 yang telah diisi dan ditandatangani oleh peserta dan Kepala Urusan Kepegawaian.
    " Foto copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa, Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Kutipan Perincian Penerimaan Gaji (KPPG) yang dibuat oleh Bendaharawan Gaji dan disahkan oleh Kepala Instansi Peserta.
    " Foto copy Kartu Identitas Diri peserta yang masih berlaku dan aslinya.
    6). Istri/ Suami Penerima Manfaat THT Meninggal Dunia (AKT 5)
    " Formulir AKT 5 yang telah diisi dan ditandatangani oleh penerima manfaat dan Kepala Desa atau Lurah.
    " Foto copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa, Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Foto copy Surat Nikah dan alinya.
    " Foto copy kartu Identitas Diri penerima manfaaat yang masih berlaku dan aslinya.
    " Bagi ahli waris :
    1) Anak yang belum dewasa (sebelum 18 tahun): Surat Penunjukan Wali anak bersangkutan dari pengadilan Negeri/Agama.
    2) Anak yang sudah dewasa atau orang tua kandung: Surat Kuasa Ahli waris dari Lurah/Kepala Desa.
    3) Orang tua angkat atau saudara: Surat penunjukan Ahli waris dari pengadilan Negeri/Agama.
    7) Anak Penerima Manfaat THT (Pensiunan) Meninggal Dunia (AKT 5)
    " Formulir AKT 5 yang telah diisi dan ditandatangani oleh penerima manfaat dan Kepala Desa atau Lurah.
    " Foto copy Surat Keterangan Meninggal Dunia yang disahkan oleh Kepala Desa, Lurah, Rumah Sakit atau Puskesmas dan aslinya.
    " Foto copy Kartu Identitas Diri penerima manfaat yang masih berlaku dan aslinya.
    " Bagi ahli waris adalah :
    (1) Istri/ suami: Foto copy Surat Nikah dan aslinya.
    (2) Anak yang belum dewasa (sebelum 18 tahun): Surat Penunjukan Wali anak bersangkutan dari Pengadilan Negeri/Agama.
    (3) Anak yang sudah dewasa atau orang tua kandung: Surat Keterangan Ahli waris dari Lurah/Kepala Desa.
    (4) Orang tua angkat atau saudara: Surat penunjukan Ahli waris dari Pengadilan Negeri/Agama.
    8.) Permohonan Kartu Peserta Taspen (KPT) " Surat Keputusan Pengangkatan Calon Pegawai (SK Capeg)
    " Surat Kenaikan Gaji Berkala / SK Terakhir
    " Surat Pengantar dari Instansi peserta
    " Copy Daftar Gaji


    • Asuransi  Dwiguna
    Manfaat yang diberikan kepada peserta pada saat mencapai Usia Pensiun, atau kepada Ahli waris bila mengalami kejadian meninggal dunia sebelum mencapai usia pensiun.
    • Asuransi  Kematian
    Manfaat yang dibayarkan kepada peserta ketika Peserta atau keluarganya mengalami kejadian Meninggal Dunia.
  •   PROGRAM PENSIUN

    • Pensiun adalah jaminan hari tua  dan penghargaan atas jasa-jasa pemerintahan
    • Dasar penyelengaraan program pensiun adalah Undang-Undang No.11 tahun 1969 tentang pensiun pegawai dan pensiun janda/duda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar